Alasan Sandra Dewi tak bisa menjenguk Harvey Moeis di penjara

Politik Selebritis

Sandra Dewi tak bisa menjenguk suaminya, Harvey Moeis, di Lapas Salemba. Harvey ditangkap sebagai salah satu tersangka kasus korupsi terkait pembelian timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan PT Timah Tbk 2015-2022 di Bangka Belitung. Bahkan, Harvey Moeis tak diperbolehkan menjenguk orang lain, termasuk Sandra Dewi, selama beberapa hari ke depan.

Karena masih berasimilasi di Rutan, kata Kepala Penkum Kejaksaan Agung Ketut Sumedana seperti dilansir detikcom, Sabtu (30/3). Asimilasi merupakan proses pelatihan yang harus dijalani oleh penghuni baru Lapas. Dengan begitu, pihak keluarga, termasuk istrinya, bisa menjenguk Harvey Moeis begitu ia selesai berpelukan di penjara. Ketut Sumedana mengatakan, “[Asimilasi] biasanya memakan waktu tiga hingga tujuh hari.

Harvey Moeis sebelumnya dipindahkan ke Lapas Negara Salemba dari Kartika Jampidmil Kejaksaan Agung, pada Rabu malam (27/3) setelah statusnya diubah menjadi tersangka. Hingga saat ini Sandra Dewi belum keluar atau angkat bicara soal penangkapan Harvey Moeis. Di Instagram pribadinya, Sandra Dewi yang diyakini sedang sakit mendapat banyak pesan “semoga sukses” dari teman-teman yang mengirimkan makanannya. Pada pertengahan Maret 2024, ia mengunggah foto dirinya di rumah sakit dengan tangan menerima infus, berterima kasih kepada dokter dan perawat yang membantunya mengobati 4 penyakit wasir.

Dalam beberapa hari, setidaknya pada 28 Maret lalu, Sandra Dewi sudah menutup kolom komentar seluruh artikel, meski awalnya hanya di unggahan terbaru. Hal itu dilakukan setelah sejumlah netizen mengomentari Harvey Moeis. rekaman kontak dengan CEO PT Timah yakni MRPT pada tahun 2018 hingga 2019. Melanjutkan proyek ini, Harvey meminta produsen aluminium melepas sebagian keuntungannya.

Uang tersebut kemudian ditransfer ke Harvey melalui dana CSR. Usut punya usut, ternyata tuduhan korupsi terhadap suami Sandra Dewi menimbulkan kerugian yang sangat besar. Kejaksaan Agung (Kejagung) mencatat kerugian lingkungan hidup akibat korupsi mencapai Rp271 miliar. Angka itu merupakan hasil perhitungan ahli lingkungan IPB Bambang Hero Saharjo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *